Tampilkan postingan dengan label TESIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TESIS. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2011

“Perubahan Kehidupan Sosial Orang Bajo di Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe”

ABSTRAK
Oleh : Asriati


Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sejarah  kehidupan sosial orang Bajo di Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe?, (2) Bagaimana proses perubahan kehidupan sosial orang Bajo di Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, khususnya pada pola interaksi sosial, kehidupan sosial budaya, sosial ekonomi dan kehidupan sosial politik?.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah  kehidupan sosial orang Bajo di Desa Bajo Indah dan Untuk mengetahui proses perubahan kehidupan sosial orang Bajo di Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.
Jenis penelitian ini adalah penulisan sejarah yang bersifat deskriptif kualitatif, Metodologi sejarah yang digunakan dalam penelitian adalah metode strukturalis yang dilakukan dengan maksud untuk memberikan gambaran mengenai fenomena-fenomena nyata di lapangan secara menyeluruh, dan saling mempengaruhi secara holistik.
Hasil penelitian, menunjukkan bahwa (1) Orang Bajo yang bermukim di Desa Bajo Indah awalnya hanya orang Bajo yang berasal dari Pulau Bokori, tapi sekarang kehidupan mereka sudah bercampur dengan etnis lain seperti etnis Bugis, etnis Tolaki, dan etnis Muna, bahkan kekerabatan mereka sudah semakin dekat dengan adanya pertalian perkawinan di antara orang Bajo dengan etnis lain. (2) Perubahan kehidupan sosial  yang terjadi pada orang Bajo di Desa Bajo Indah adalah (a)Orang Bajo sudah terbiasa berinteraksi dengan masyarakat lain dan pemerintah, mereka sudah terbuka dengan dunia luar untuk menerima hal-hal yang baru dalam kehidupannya, (b) Kebudayaan orang Bajo telah mengalami pergeseran atau sudah mulai hilang seiring dengan perkembangan waktu, hal ini dibuktikan dengan tradisi orang Bajo yang saat ini hanya sebagian saja yang masih sering dilaksanakan, (c) Kehidupan sosial ekonomi orang Bajo mengalami kemajuan, mereka memiliki mata pencaharian sebagai nelayan tetapi saat ini sudah ada yang beralih pada mata pencaharian yang lain seperti buruh, petani, pedagang, bahkan sudah ada yang jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Seiring dengan perkembangan wawasan yang mereka miliki, saat ini nelayan Bajo sudah dapat menggunakan alat-alat melaut yang modern sebagai peralatan baru dan mulai meninggalkan peralatan tradisional (peralatan lama) untuk meningkatkan taraf perekonomian, (d) Dalam kehidupan sosial politik, orang Bajo di Desa Bajo Indah sudah maju mengikuti perkembangan, terbukti dengan banyaknya partai yang disosialisasikan di Desa Bajo Indah secara bertahap semenjak tahun 1991-2009 dan orang Bajo turut serta dalam kepengurusan partai politik.
Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan kehidupan sosial pada orang Bajo dalam pola interaksi, pada kehidupan sosial budaya, ekonomi dan politik pada saat orang Bajo telah menetap di Desa Bajo Indah.

Kata kunci : Perubahan sosial orang Bajo.

“Analisis Sosial Budaya Pendidikan Keagamaan pada Pondok Pesantren di Kabupaten Konawe”.

ABSTRAK
Oleh : M. Idris

Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sistem pembelajaran pada pondok pesantren di Kabupaten Konawe?, (2) Sejauhmana pengaruh nilai budaya ritual keagamaan terhadap pembinaan santri pada pondok pesantren di Kabupaten konawe?, (3) Bagaimana jalinan interaksi sosial warga pondok pesantren dengan komunitas sekitar pesantren di Kabupaten Konawe?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pembelajaran pada pondok pesantren di Kabupaten Konawe,  untuk mengetahui pengaruh budaya ritual keagamaan terhadap pembinaan santri pada pondok pesantren di Kabupaten Konawe, dan untuk mengetahui jalinan interaksi warga pesantren dengan komunitas sosial sekitar pesantren.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yaitu berupaya mungungkapkan fakta-fakta dan memberi interpretasi secara obyektif  sesuai dengan data dan fakta yang ditemukan di lapangan, dan berupaya pula menghubungkan antara fakta yang satu dengan dengan fakta lainnya, sehingga dapat melahirkan kesimpulan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pondok pesantren sebagai sub kultur masyarakat  menggunakan pendekatan akomodatif dan membuka diri terhadap  pelaksanaan budaya ritual keagamaan masyarakat sekitar pondok pesantren, mereka mengambil peran penting dalam pelaksanan budaya ritual keagamaan yang digelar masyarakat. (2) Terdapat budaya ritual keagamaan masyarakat  yang tidak lagi dilaksanakan, dan ada juga yang sudah jarang dilaksanakan. Salah satu faktor pendukung pergeseran budaya ritual itu adalah adanya pencerahan-pencerahan sepiritual yang dilakukan warga pondok pesantren.
Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa budaya ritual keagamaan masyarakat sekitar pondok pesantren mempunyai pengaruh positif terhadap pembinaan santri. Pengaruh tersebut berupa penambahan  kegiatan belajar ekstra kurikuler dalam mempersiapkan santri mengikuti  dan mengemban amanah dalam pelaksanaan budaya ritual keagamaan masyarakat.


Kata kunci : budaya ritual keagamaan.

Senin, 05 Desember 2011

Social Integration Process of Complex Society (A study on Landono Society)

ABSTRACT

Research title “Social Integration Process of Complex Society (A study on Landono Society)”.
This explanatory study aims to know empirically about the social integrasi process of complex cociet in District of Landono of South Konawe Regency as the representation of complex society’s life in Indonesia.  In particular, it aims to know deeper about the picture of social integration process in a society, its supporting factors and its barriers as well as the effort in improving the social integration in Landono.
This descriptive qualitative, by using phenomenological and functional structural approach, focused on the process of society’s social life in terms of integration among Tolakinese as the indigenous ethnic, transmigrant society and other newcomers in the district.  Data was collected through in-depth structured interview, observation and documentation.
This study found that (1) The society in District of Landono, the blend of Tolakinese, Javanese and Balinese transmigrants and other newcomers, is the realization of complex society which consists of various ethnic, religion, language and culture.  (2) Integration process of complex society in Landono is influenced by the following factors (a) Cultural factor which is rooted from nation cultural values as stated in Pancasila values (b) Familial relationship through inter-ethnic marriage (c) Society’s obedience to the government officials so that ethnical issue can be neutralized by local wisdom tradition (3) Conflict is considered as the barrier in society’s integration process in District of Landono (4) In improving society’s social integration, Local government socialized Minister of Religious Affairs and Minister of Regional Affairs’ Decree No. 9 Year 2006 and No. 8 Year 2006 about maintaining tolerance through social and cultural system approach that can lead to harmonious life of people in District of Landono.
Based the result of the study, it can be concluded that people in District of Landono can integrate well in the complexity of life in that society.

Keywords : Social Integration and Complex Society.